The Law of Excellence

Write By: admin Published In: Inspirasi Bisnis Created Date: 2014-07-07 Hits: 845

Semua orang menyukai sesuatu yang memiliki kualitas terbaik. Jika Anda tidak dihalangi oleh keterbatasan finansial maka Anda pasti menginginkan mobil dengan kualitas yang terbaik, rumah dengan kualitas yang terbaik, dapur dan peralatan masak yang terbaik, brang-barang elektronik yang terbaik dan lain sebagainya.

Namun dalam banyak hal, untuk mendapatkan hal-hal yang terbaik dibutuhkan usaha-usaha yang juga tidak biasa-biasa saja. Itulah sebabnya kursus, buku, dan seminar-seminar pengembangan diri banyak diminati orang karena mereka menjanjikan dapat membantu kita menjadi yang terbaik. Akan tetapi pada kenyataannya, hanya sedikit sekali orang yang menjadi excellence sebagai sebuah karakter nyata dalam gaya hidupnya sehari-hari. Sehingga, hanya sedikit sekali orang-orang di dunia ini dapat menikmati excellence secara konsisten.

 

Execellence = Kualitas yang lebih baik daripada yang diharapkan

Ini adalah definisi paling sederhana dari kata "Excellence". Anda tidak memerlukan metode-metode standarisasi yang rumit untuk dapat memberikan sesuatu yang terbaik. Jika anda tahu apa yang diharapkan dari diri Anda, maka lakukanlah yang lebih baik dari itu. Ketika itulah Anda telah menjadi dan memberikan yang terbaik. Ketika itulah Anda sedang memberikan sebuah Excellence.

Dengan melatih diri untuk selalu melakukan lebih baik dari yang diharapkan, maka Anda melatih diri Anda untuk mempunyai karakter excellence.

 

Excellence dimulai dari hati yang tulus

Saya pernah mendengar sebuah pelayanan yang luar biasa dari seorang tenaga pemasaran sebuah toko alata tulis biasa. Tenaga pemasaran itu sedang menolong customer tokonya untuk mengantarkan barang-barang yang dibeli ke mobilnya. Setibanya di tempat parkir mereka melihat bahwa ban mobil customer itu bocor. Sang customer merasa jengkel dan hal itu terlihat dari raut wajahnya. Melihat hal itu si tenaga pemasaran langsung menawarkan untuk membantu customer tersebut mengganti bannya. Dengan agak heran customer itu setuju dengan tawaran bantuan itu. Setelah selesai mengganti ban, maka terjadilah perbincangan singkat antara si tenaga pemasaran dan customer itu. 

"Mas, kenapa mas mau susah-susah menggantikan ban saya? Apa tidak takut dimarahi bos? Ini kan masih jam kerja ?

"Ah, enggak pak. Kami diajari untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para customer. Walaupun bapak juga belanja barang-barang di toko lain di dalam mall ini, tapi bapak kan juga pelanggan kami. Jadi ini adalah bagian dari pelayanan kami untuk melayani bapak sebaik-baiknya."

Customer mengucapkan terima kasih dan berusaha untuk memberikan uang tip kepada tenaga pemasaran tersebut. Akan tetapi ia tersebut bersikeras untuk menolak pemberian uang itu.

Tentu ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari kisah nyata di atas. Akan tetapi segala teori untuk melakukan dan mengajarkan teknik pelayanan terbaik seperti itu dapat disederhanakan dengan cara memulainya dari hati yang tulus untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Walaupun demikian, jangan membiasakan untuk mengharapkan imbalan ketika anda telah melakukan sebuah pelayanan yang terbaik. Jika Anda selalu mengharapkan imbalan ketika berusaha melakukan yang terbaik, maka besar kemungkinan Anda akan kelelahan sebelum Anda menuai hasilnya.

 

Menjadi yang terbaik = selalu melakukan yang terbaik

Latihlah diri Anda untuk menjadi seorang suami/istri yang excellent, orang tua yang excellent, seorang pekerja/pengusaha yang excellent.

 

Sumber : DR. Jakoep Ezra, Majalah Build Juli 2014