Menikmati Aroma Bisnis Kopi Spesial

Write By: admin Published In: Tentang Kopi Created Date: 2014-12-07 Hits: 1184

Akhir-akhir ini pasar kopi dunia tersegmentasi berdasarkan karakteristik produk yaitu komersial dan kopi spesial. Kopi komersial adalah pemain pasar utama di mana kuantitas menjadi faktor utama, di lain pihak kopi spesial punya segmen yang lebih sedikit di mana kualitas merupakan faktor penentu utama. Akan tetapi dengan pastinya pertumbuhan konsumsi kopi spesial semakin meningkat.

Kenapa kopi spesial ini terus di cari ? Karena kopi spesial ini memiliki kualitas yang khas, baik biji mentahnya, biji sangrainya maupun citarasanya. Menurut dari penelitian Asosiasi kopi Amerika Serikat (NCA) tren konsumsi kopi spesial di Amerika serikat pada orang dewasa terus mengalami peningkatan. Harus diakui minum kopi spesial sudah menjadi bagian gaya hidup seseorang. Tidak mengherankan jika tren penjualan kopi di pasar internasional terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kenaikan terbesar dalam konsumsi kopi pada tahun-tahun terakhir datang dari segmen kawula muda (20-29 dan 30-39 tahun), yang mana 4-5% di pengaruhi oleh perkembangan dari kopi spesial.

Pertumbuhan kopi spesial terdorong oleh peminum kopi baru maupun kopi spesial lama. Perkembangan ini termasuk konsumsi di dalam rumah maupun dari outlet-outlet baru. Ditengah meningkatnya konsumsi kopi spesial tersebut yaitu tidak semua menjadi kopi spesial. Lihat saja sebagian orang menganggap bahwa semua jenis kopi Arabika adalah kopi spesial. Indonesia memiliki puluhan kopi spesial dan sebagian besar terserap di pasar internasional. Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi kopi adalah produk kopi olahan. Demikian juga pabrikan kopi bubuk masih memproduksi produk olahan kopi yang tidak asli murni. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan konsumsi kopi dalam negeri harus dilakukan promosi tentang baiknya minum kopi asli murni.

Dengan kegiatan promosi dalam hal memberikan rasa yang asli dan lezat secangkir kopi untuk Anda sendiri atau kepada konsumen warung kopi tempat usaha Anda tentu saja menjadi bagian hal yang terpenting. Salah satu cara yang tidak bisa dilupakan untuk mendapatkan rasa tersebut adalah di awali dengan pemilihan kopi yang berkualitas.

Selain biji kopi yang baik juga terlihat ketika di sangrai akan menghasilkan biji sangrai yang masak merata, warna merata (coklat-coklat tua), cukup mengembang (lebih dari 50% volume awal). Jika ada biji kopi yang "tidak masak" atau tetap berwarna "putih", sementara yang lainnya sudah berwarna coklat adalah tanda bahwa kopi itu dihasilkan dari buah yang tingkat kemasakannya tidak merata. Ada terikat buah hijau terpetik. Biji yang "tidak masak" ini di sebut dengan "biji quaker".

Sementara itu perbedaannya, untuk kopi Arabika yang baik maka jika di sangrai akan ada "white center" yaitu bagian celah biji kopi akan terlihat "kulit ari yang berwarna putih". Jika "white center" tidak ada, biasanya cita rasanya kurang baik. Tapi perlu diingat, hal ini terjadi jika penggorengannya adalah tingkat "medium" sampai "medium-dark". Jika penggorengan "tua" maka semuanya akan hitam.

Kopi robusta yang baik, saat disangrai akan bau khas "kopi" dan biasanya diperkaya oleh bau khas "chocolaty". Sedangkan kopi robusta yang kurang baik, walaupun tanpa cacat jika di sangrai biasanya punya bau "jagung" atau bau "kayu", begitu juga pada saat di giling.

Kopi arabika yang baik, saat di sangrai akan bau khas "harum kopi" dan biasanya diperkaya oleh bau khas "manis", "asam-manis", "harum buah", "harum bunga" dan kadang-kadang juga "chocolaty" dan "spicy". Sedangkan kopi arabika yang kurang baik, walaupun tanpa cacat, jika di sangrai biasanya punya bau "jagung", "kulit kopi" atau bau "kayu", begitu juga pada saat di giling.

Sumber :  Dr. Surip Mawardi & Ir. Yusianto (Ahli Kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia), Kulinologi Indonesia

Tags: bisnis kopi